Kamis, 24 November 2016

Tanggul Wulan Ambles, Ratusan Warga Medini Kudus Terancam Kebanjiran



Kudus – Amblesnya tanggul kanan Sungai Wulan di Desa Medini semakin membuat warga was-was. Itu karena beberapa Kabupaten yang dilalui Sungai Wulan saat ini masih sering duguyur hujan deras. Akibatnya, debit air sering meningkat dan mengkhawatirkan banjir.
Wagiman, warga Desa Medini, Kecamatan Undaan yang berada di samping tanggul Sungai Wulan mengaku was-was tiap kali hujan deras. Itu lantaran tanggul yang membentengi tersebut tak kunjung ditangani oleh pemerintah dan semakin parah. Dampaknya, ratusan warga di sekitar sungai dihantui akan adanya banjir. Sebab, amukan banjir dari Sungai Wulan pernah memporak-porandakan kampung halaman beberpaa tahun yang lalu. Banjir tersebut disebabkan tanggul jebol, yang menyebabkan wilayah banjir.
”Kemarin saat banjir besar, kami waspada kalau air sampai ke pemukiman. Sebab air hanya sekitar satu meter kurang dari atas tanggul. Beruntung air segera surut, jadi masih aman,” katanya.
Padahal, jarak antara sungai dengan tanggul cukup jauh, yakni berjarak sekitar 300 meter. Namun karena luapan air yang sangat banyak, membuat kawasan disana terendam.
Dia berharap, tanggul dapat segera diperbaiki, supaya warga tak lagi merasa was-was. Sebab kondisi tanggul ketika banjir datang memang memprihatinkan dan mampu mengancam.
Hal serupa juga disampaikan Kepala UPT Pengairan Wilayah II (Undaan, Jati dan Kota) pada Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Muhtarom, pihaknya membenarkan bila terdapat tanggul yang mengalami penurunan ketinggian di wilayahnya. Hal itu terjadi di beberapa titik di kawasan Medini.
”Amblesnya tanggul ada di gang 14, 15, dan yang 16. Panjangnya sekitar 50 meter dan ambles sekitar 50 – 75 centimeter. Mungkin tidak terlalu terlihat, namun jika banjir datang akan sangat nampak,” katanya.
Menurutnya, selain penurunan tanggul, dikawasan tersebut terjadi rekahan yang berada di tengah tanggul. Jika rekahan semakin besar dan tidak ada penanganan, maka dikhawatirkan tanggul bakal ambrol.
Untuk penanganan, kata dia, sudah disampaikan kepada pihak terkait, yakni Balai Besar di Semarang. Itu karena juga kewenangan balai besar. Hanya sebagai daerah yang ditempati, maka pemantauan juga rutin dilakukan.
”Beberapa waktu lalu sudah ada petugas dari PSDA yang melihat ke lokasi, namun sampai kini masih belum ditangani. Mudah-mudahan dapat segera ditangani salam waktu dekat ini,” imbuhnya.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

0 komentar:

Posting Komentar