Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai peran
media massa terhadap kesuksesan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati
2017 sangat besar. Media menjadi sarana yang paling penting untuk
menyosialisasikan penyelenggaraan pilkada, dan menginformasikan tentang
peserta pilkada.
Hal itu dikatakan Ketua KPU Pati Much Nasich dalam agenda media
gathering bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati, Sabtu
(15/10/2016).
“Media memiliki peran strategis untuk menyampaikan masyarakat terkait
dengan tahapan Pilkada yang berlangsung. Dengan peran media, informasi
pilkada yang ada bisa tersampaikan kepada masyarakat,” kata Nasich.
Terlebih, iklan kampanye ke media saat ini diatur regulasi secara
ketat, sehingga calon bupati dan wakil bupati tidak bisa beriklan di
media secara personal. Pasalnya, iklan kampanye diatur oleh KPU
menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kabupaten
Pati.
“Saat ini, pasangan cabup dan cawabup tidak boleh melakukan iklan
kampanye ke media secara pribadi. Karena sesuai dengan aturan, itu sudah
difasilitasi anggaran KPU dari APBD. Kalau ada yang iklan kampanye
secara pribadi, justru itu melanggar aturan,” imbuhnya.
Ketua PWI Pati Alwi Alaydrus menuturkan, media bisa menyambungkan
informasi Pilkada dari sumber berita kepada masyarakat luas. Berita itu
bisa diakses dari berbagai format media, baik koran cetak, televisi,
radio, hingga media online yang dapat memberitakan bersamaan dengan even
atau kejadian sebenarnya.
“Masyarakat sekarang sudah sangat mudah untuk mengakses berita, bisa
baca di koran cetak, televisi, radio dan online. Dari sini, media memang
memiliki peran strategis dalam menyukseskan pemilihan bupati dan wakil
bupati Pati,” tandas Alwi.