sejauh dua kilometer.
Ketua Haul, Haryono, mengatakan kalau peserta kirab jumlahnya memang mencapai ribuan. Hal itu karena meliputi perwakilan tiap RT, sekolah dan juga warga sekitar yang juga ikut meramaikan kegiatan tersebut.
“Para peserta berkumpul menjadi kelompok. Tiap kelompok, menyuguhkan atraksi yang mana mewakili keterampilan di desa tersebut,” katanya.
Menurutnya, para peserta kirab berjalan mulai dari Masjid Darul Istiqomah atau yang biasa disebut masjid alit. Kemudian peserta kirab mengelilingi kampung dengan mengarak dan beratraksi.
Penampilan yang ditampilkan bermacam-macam. Ada visualisasi tanam Pati, arakan nasi berkah, pertukangan, silat kejawen Patih Arjuna, mitos masyarakat Asemanten, dan juga pertanian yang menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat disana.
Selain itu, kelompok pemuda juga tidak mau kalah dengan menyuguhkan kirab dolanan dan nyanyian bocah dan lain sebagainya. Pertukangan diambil warga lantaran cikal bakal di sana adalah seorang tukang dan juga pendiri dan pembuat rumah adat Kudus.
Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan. Dan kali ini merupakan tahun ke enam dilakukan secara ramai. Sebelumya, kegiatan hanya dilakukan dengan cara mengarak kain luwur yang digunakan untuk mengganti cikal bakal di desa tersebut. Itupun dilakukan waktu malam hari usai maghrib dan hanya diikuti oleh warga pria saja sebelum dilakukan pengajian.
”Kegiatan seperti ini sangat ditunggu oleh masyarakat. bukan hanya masyarakat Desa Kaliwungu saja, melainkan juga masyarakat asal desa lainnya,’ ujarnya
Bukan hanya kirab yang beragam saja yang menjadi menarik dalam ritual tersebut, namun ribuan penonton juga memperebutkan nasi berkah yang juga dibagikan kepada warga. nasi tersebut dipercaya dapat memberikan berkah untuk yang memakannya, bahkan ada pula yang mempercayai nasinya sebagai obat.
Jumiyati, warga Gebog yang turut hadir juga mengatakan kalau kegiatan sangat menarik. Terlebih, penampilan yang banyak dari tiap RT, membuat suasana penonton semakin berdesakan ingin melihat dari dekat
Sejumlah
ibu-ibu membawa makanan olahan hasil pertanian dalam kirab Mbah Rogo
Moyo di Dukuh Prokowinong, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus
diarak hingga 2 kilometer, Sabtu (15/10/2016). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)
Tak hanya itu, penonton juga mengabadikan kegiatan langka dengan kamera. Hal itu dijadikan kenang kenangan dalam haul cikal bakal dukuh Winong, Kaliwungu.






0 komentar:
Posting Komentar