Ada sekitar 150 hafidz yang melakukan khataman. Mereka berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Rembang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz juga menyentil tentang arti agama dan pemerintahan. Ia menganggap tidak benar jika ada anggapan bahwa agama tidak boleh dibawa-bawa ke dalam pemerintahan.
“Justru agama harus mewarnai pemerintahan,sehingga benar-benar amanah, dan bisa mengawal pemernitahan dengan maksimal,” katanya.
Dia melanjutkan, jangan sampai ada pemahaman agama tidak boleh dibawa ke pemerintahan. Agama harus mewarnai pemerintahan, karena kehidupan ini tidak bisa dilepaskan dari agama.
Seperti agenda Tahtimul Qur’an itu, merupakan salah satu kegiatan yang positif. Menjadi peredam dampak negatif dari kemajuan zaman.
Sejauh ini, pihaknya telah mengeluarkan dua instruksi yakni instruksi salat berjamaah bagi umat beragama Islam. Dan yang kedua instruksi kepada seluruh masyarakat kabupaten Rembang agar setiap hari Minggu melakukan bersih-bersih di lingkungannya masing-masing.
“Kami yakin dengan dua instruksi itu akan berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi dan bidang lainnya. Karena sudah sering saya sampaikan bahwa kemakmuran, kesejahteraan itu bukan hanya semata-mata karena kecerdasan, kemampuan dan etos kerja, tapi lebih dari itu juga dipengaruhi oleh iman dan taqwa, ” ucapnya.
Sementara itu Plt Kabag Kesra, Arif Ramadhan menjelaskan pelaksanaan Tahtimul Qur’an dimulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB. “Ke 150 Hafidz dibagi menjadi 25 kelompok dan satu kelompok terdiri atas lima sampai enam orang,” bebernya.
Dia menambahkan, satu kelompok yang terdiri dari enam orang ini nanti menghatamkan 30 juz. “Jadi ada 25 khataman. Mereka tidak membaca tetapi hafalan,”ungkapnya.







0 komentar:
Posting Komentar