(Pati) - Debet musim hujan tahun ini memungkinkan adanya banjir dan tanah
longsor, hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Propinsi Jawa Tengah saat
memberikan sambutan kepada seluruh peserta rapat koordinasi tentang
evaulasi Standard Operasional Prosedur ( SOP) di Aula Kantor Barkowil
Kabupaten Pati rabu, (12/12)Lebih lanjut, Kepala Barkorwil Jawa Tengah menyampaikan, Anomali siklus tahun ini memungkinkan terjadinya banjir dan tanah longsor, Rapat Koordinasi tentang Evaluasi SOP ( standar operasional prosedur ) dan pengendalian pintu bangunan pengendali banjir " serta Bensungan Wilanglung dalam upaya mengantisipasi bencana banjir antar wilayah di Bakorwil I propinsi Jawa tengah .Adapun yang hadir dalam rapat tersebut diantaranya yaitu Dandim 0718/ Pati , Kasdim 0716/ Demak, Kasdim 0717/ Grobogan, Pasiter 0722/ Kudus, Kabagkorwil Wil Pati, KabagOps Res pati, KabagOps Res Kudus, Kabag Ops Res Grobogan, KabagOps Res Demak, BPBD kab.Pati, BPBD kab. Kudus, BPBD kab. Demak, BPBD kab. Grobogan, Dispertanak kab.Pati, Dispertanak provinsi Jateng, Kep.DPU kab.Pati / di Wakilkan Oleh Kabid .bina Marga pengairan, Camat Pati ,Perhutani kab. Pati, Kep. PSDA PROV. Jateng, Kep. BMKG PROV .Jateng, GP3A guyub rukun galian Pati dan Selanjutnya yang hadir dalam rapat tersebut berjumlah 60 orang .
Lebih lanjut, Kepala BMKG provinsi Jateng menyampaikan," Terimakasih atas waktu yang diberikan pada saya, pokok inti dari penyampian saya adalah kita semua harus waspada kepada masing 2 wilayah Jawa tengah tentang cauca dan anomali siklus musim hujan tahun ini .dikarenakan siklus debet musim hujan tahun ini sangat memungkinkan bisa mengakibatkan banjir maupun longsor .lebih lagi wilayah Pantura yang dilewati sungai besar contoh di empat 4 kab .antara lain Kab.Pati, kab. Kudus, kab. Demak dan kab. Grobogan
Harus mewaspadainya , karena dari musim hujan tahun ini, kami meminta petugas aparat wilayah dan intansi yang terkait agar bisa ikut andil membantu BMKG pengawasan dan memberikan arahan kepada masyarakat dan warga sekitar jangan buang sampah disungai2. Dan menebang hutan sembarangan.semoga hal ini bisa terjaga lingkungan kita dan alam ini tidak punah."
Selanjutnya dari Kepala PSDA PROV.Jateng menyampaikan," Saya panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME atas kehadiran para bapak dan ibu sekalian dalam Rapat koordinasi ini dalam keadaan sehat walafiat .untuk permasalahan pembahasan kali ini saya ingin menyampaikan pada para peserta rapat bahwa Jawa tengah sekarang sudah ada tambahan bendungan baru tapi buatan lama .karena memang perlu di renovasi
Bendungan wilalung yang dibuat oleh Belanda thn . 1919 .sedangkan kabupaten yang dilewati meliputi Pati sungai Juana, Kab. Kudus sungai Giles, Kab. Demak sungai Lusi, Kab. Grobogan sungai wullan.
Saya mengharapkan nant kalau hujan tahun ini agak sering terjadi jika bendungan wilalung tidak muat menampung debit air hujan maka segera kita buka empat pintu tersebut, Dan kesadaran masyarakat akan sampah sekarang masih kurang cara pembuangannya.
Dandim 0718 Pati menyampaikan saran dan pendapat kepada narasumber antar lain diantaranya, " Saya ucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan pada sy . penyampian saya pada Nara sumber dari PSDA dan BMKG dari provinsi adalah , masyarakat Pati memang sangat butuh air untuk pertanian ,akan tetapi bukan sekedar air yang masuk di sungai2 maupun sawah 2 tapi warga masyarakat Pati ini meminta agar disampaikan ke provinsi supaya sungai Besar maupun sungai kecil di keruk pendangkalannya, sebab kalau tidak segera dikeruk pengendapan dan pendangkalan semakin tinggi dan jika bendungan tersebut dibuka ,maka tidak bisa terbayangkan kejadian banjir besar terjadi lagi. Berikut nya sy minta kepada PSDA dan BMKG agar mau melihat dilapangan ,terutama kabupaten Pati agar bisa memberikan imbauan kepada Industri pabrik besar yang ada di Pati tentang limbah yang di buang ke sungai .apakah mereka sesuai prosedur AMDAL atau kesehatan terutama pencemaran dan pengrusakan Alam .
Soal SOP ( standar operasional prosedur ) betul2 ikut sibuk tidak di lapangan pada saat terjadi bencana alam jangan sampai nanti terjadi lempar tanggung jawab kita perlu sama2 mencermati bersama dan langsung turun lokasi bencana . agar masyarakat bisa melihat kerja kita." Jelasnya.






0 komentar:
Posting Komentar