Kepala UPT TPA Bandengan, Lulut Andi Ariyanto yang juga ditugaskan membangun dan mengelola TPA Karimunjawa menjelaskan, saat ini masih fokus pada pembuatan jalan untuk akses ke lokasi TPA yang terletak di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa. Untuk tempat pengolahan sampah sendiri saat ini tengah dibuat Detail Engineering Design (DED).
”Untuk anggaran tahun ini, memang difokuskan untuk membuat jalan akses masuk. Pengerjaan jalan sepanjang 235 meter dan lebar enam meter itu memerlukan waktu cukup lama sebab harus meratakan tanah. Lokasinya tak rata dan banyak tanjakan. Selain itu, perlu dibuat sanderan sebab di sisi kiri dan kanan jalan berbatasan dengan jurang dan tebing,” ujar Lulut.
Menurutnya, pengerjaan tahun ini merupakan lanjutan dari pengerjaan tahun lalu. Tahun lalu yang sudah dikerjakan sekitar 150 meter. Sedangkan DED untuk area TPA yang memiliki luas satu hektare itu tahun ini sudah bisa dirampungkan.
”Sehingga anggaran dari pusat melalui Perencanaan Teknis dan Manajemen Persampahan (PTMP) Satker Provinsi Jateng bisa keluar awal tahun depan dan segera dibelanjakan. Khusus untuk tempat pengolahan sampah, anggaran yang diperlukan diprediksi mencapai Rp 10 miliar,” terangnya.
Dengan luas area satu hektare itu, bisa dibuat tiga hingga empat tempat penimbunan sampah (sel landfill). Dari prakiraan, luasan area itu bisa menampung sampah warga dan wisatawan Karimunjawa selama lebih dari lima tahun.
”Sampah di Karimunjawa didominasi jenis plastik. Baik plastik kemasan mapun botol minuman. Tapi kita belum melakukan penghitungan detail sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun hotel dan homestay,” tandasnya.
TPA Karimunjawa Bakal Kesulitan Cari Tenaga Kebersihan
Warga Karimunjawa membersihkan kawasan pantai yang dipenuhi sampah saat ombak besar beberapa waktu lalu. (KORAN MURIA/WAHYU KZ)
”Sebab mayoritas warga di sana lebih memilih menjadi tour guide. Mengenai sistem pengelolaan, salah satu yang menjadi perhatian lantaran lokasi TPA berdekatan dengan permukiman warga maupun hotel dan homestay,” kata Lulut.
Sehingga, lanjut Lulut, TPA nanti harus meminimalisir bau, lalat dan tak menimbulkan pencemaran air tanah. Sekarang, pihaknya tengah mengonsep hal itu. Desain besarnya, pihaknya buat pengelolaan sampah berbasis ekologi dan wisata pendidikan.
Ia menambahkan, saat ini masih fokus pada pembuatan jalan untuk akses ke lokasi TPA yang terletak di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa. Untuk tempat pengolahan sampah sendiri saat ini tengah dibuat Detail Engineering Design (DED).
“Untuk anggaran tahun ini, memang difokuskan untuk membuat jalan akses masuk. Pengerjaan jalan sepanjang 235 meter dan lebar enam meter itu memerlukan waktu cukup lama sebab harus meratakan tanah. Lokasinya tak rata dan banyak tanjakan. Selain itu, perlu dibuat sanderan sebab di sisi kiri dan kanan jalan berbatasan dengan jurang dan tebing,” imbuhnya.







0 komentar:
Posting Komentar