Koordinator aksi sekaligus guru pengampu Bahasa Indonesia Agustina Lilik R mengatakan, kegiatan hari kedua ini dikhususkan untuk otang tua. Konsepnya, anak-anak yang dijemput oleh orangtuanya dimintakan sumbangan seikhalsnya untuk korban bencana di Garut.
”Jadi semuanya memang siswa sendiri yang melakukan. Termasuk juga yang menarik sumbangan kepada para wali murid yang sedang menjemput,” katanya.
Ia menyebutkan, kegiatan hari kedua ini dilaksanakan mulai pukul 09.30 WIB hingga 10.30 WIB. Selama satu jam itu, peserta lalu lalang mencari orang tua atau wali yang menjemput anaknya guna dimintai sumbangan.
Pada penarikan pagi tadi dan kemarin, terkumpul bantuan jutaan rupiah. Bantuan itu baru akan diberikan ke Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang akan diteruskan kepada korban bencana.
Pada Aksi yang dilakukan, juga diwarnai dengan pembacaan puisi serta orasi oleh siswa. Yang intinya mengajak peduli kepada sesama yang dalam hal ini Garut yang terjadi bencana.
Rizki Amanatul dziqi (11) siswa kelas enam mengaku senang dapat berbagi dengan bersama. Selain itu, rasa bangga juga muncul dengan bersama sama mencarikan bantuan kepada korban bencana di Garut.
”Tadi ada yang kasih ada juga yang tidak. Tapi lebih banyak yang kasih. Mudah mudahan dapat membantu,” ungkapnya.







0 komentar:
Posting Komentar